Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Tugas - 2 Solusi UNJ Untuk Pariwisata Indonesia



Solusi Permasalahan Pariwisata Di Tengah Kabut Asap Riau





BAB I
LATAR BELAKANG


            Riau adalah salah satu propinsi yang ada di indonesia. Sejarah mencatat bahwasanya riau merupakan salah satu daerah yang pernah mencapai kejayaan dimasa lampau dengan adanya bukti sebagai daerah yang memiliki peradaban melayu. Pada dahulu tercatat ada beberapa kerajaan yang berada di daerah Riau diantaranya Kerajaan Indragiri, Kerajaan Palalawan, Kerajaan Siak Indrapura,Dan Kerajaan Riau-Lingga.

Banyaknya peninggalan sejarah melayu yang masih bisa dipertahankan hingga sekarang dapat dijadikan aset pariwisata yang bisa mengundang wisatawan baik dari lokal,maupun dari daerah lain bahkan turis asing. Peninggalan sejarah yang didukung dengan keadaan alam nan indah membuat riau pantas dijadikan sebagai pusat pariwisata budaya melayu sebagai mana majunya pariwisata daerah jawa dan daerah lainnya terutama bali yang sudah diakui oleh banyak orang sebagai pulau yang indah dan banyak menarik para wisatawan untuk berkunjung kesana.





BAB II
PERMASALAH


          Dampak yang ditimbulkan kebakaran hutan ternyata sangat kompleks. Kebakaran hutan tidak hanya berdampak terhadap ekologi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan saja. Namun dampak dari kebakaran hutan ternyata mencakup bidang-bidang lain. Menurut Rully Syumanda (2003), menyebutkan empat aspek yang terindikasi sebagai dampak dari kebakaran hutan. Keempat aspek mencakup dampak terhadap hubungan antar negara, serta dampak terhadap perhubungan dan pariwisata. Dampak terhadap Sosial, Budaya, dan Ekomoni salah satunya adalah: Menurunnya devisa negara. Hutan menjadi salah satu sumber devisa baik dari kayu maupun produk-produk non kayu lainnya termasuk pariwisata. Dengan terbakarnya hutan sumber devisa akan musnah. Dampak terhadap Perhubungan dan Pariwisata; Kebakaran hutan pun berdampak pada pariwisata baik secara langsung ataupun tidak. Dampaknya seperti ditutupnya obyek wisata hutan dan berbagai sarana pendukungnya, terganggunya transportasi, terutama transportasi udara. Kesemuanya berakibat pada penurunan tingkat wisatawan secara nasional.
            Menurut Muthiah Alhasany (September 2015) bencana asap yang disebabkan pembakaran hutan oleh perusahaan dan oknum yang tak bertanggung jawab akan mengakibatkan bencanan susulan. Hal pertama yang telah terjadi adalah lumpuhnya transpotasi udara dari dan ke Pulau Sumatera dan Kalimantan. Penerbangan bukan hanya tertunda, tetapi dihentikan secara total. Selama beberapa hari pesawat tidak dapat lepas landas ataupun mendarat karena jarak pandang yang menurun tertutup oleh kabut asap. Dalam beberapa hari, semua perusahaan penerbangan domestik mengalami kerugian yang besar. Efek berikutnya adalah kabut asap ini mengancam pariwisata Indonesia. Salah satunya adalah dibatalkannya event Tour de Siak 2015 yang sedianya akan diselenggarakan di Riau. Event seperti ini biasanya diikuti oleh para peserta dari dalam dan luar negeri. Penyelenggaraan event Tour de Siak merupakan cara efektif untuk mendongkrak pariwisata Indonesia agar lebih dikenal di mancanegara. Event-event serupa juga digelar di provinsi-provinsi lain seperti di Sumatera Barat dengan Tour de Singkarak dsb. Maka dipastikan bahwa upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Pulau Sumatera adalah sia-sia. Kabut asap menggagalkan seluruh agenda di bidang pariwisata. Sebab salah satu aspek penting pariwisata adalah tidak lepas dari kelancaran transportasi menuju lokasi wisata serta situasi dan kondisi yang kondusif. Jangankan untuk menggaet wisatawan luar negeri, wisatawan domestik pun kini sudah enggan datang ke perhelatan tersebut dikarenakan hanya akan mendapatkan banyak kesulitan untuk mengakses lokasi event. Pendapatan daerah dari sektor pariwisata kosong dan penduduk pun kehilangan sebagian mata pencaharian. Ini tentu membuat perekonomian daerah Riau tersendat-sendat.
            Selain itu seperti fakta yang dilansir situs berita SinarHarapan.com (September 2015) Kabut asap yang menyelimuti wilayah di Sumatera dalam kurun waktu sepekan saja telah menimbulkan kerugian miliran rupiah setiap hari. Jumlah kunjungan turis ke Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan yang dilanda kabut asap mencapai 5.000 orang setiap harinya
“Kalau satu orang berbelanja Rp.1.000.000,- sektor pariwisata kehilang uang hinga 5 miliar rupiah per hari” berikut penuturan Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar seperti dilansir, Jumat (18/9)
            Kabut asap akan menimbulkan dampak luar biasa jika terjadi dalam jangka panjang, terutama pada sektor ekonomi kerakyatan serta usaha kecil dan menengah. Karena itu ASITA meminta pemerintah serius menanggulangi kabut asap.
            Pernyataan-pernyataan di atas semakin diperkuat oleh artikel yang dilansir situs berita online waspada.co.id (September 2015) Medan, WOL – Kabut asap yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan yang hingga saat ini belum terselesaikan dengan tuntas. Hal ini sangat berdampak bagi seluruh sektor perekonomian di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.
            Salah satunya adalah perekonomian di sektor pariwisata, dimana dampak kabut asap sangat memepengaruhi sektor tersebut seperti penerbangan dan tempat-tempat wisata yang terkena dampaknya.
“Saya menilai kabut asap Riau yang terjadi sangat menggangu perekonomian nasional secara umum. Kondisi tersebut dikarenakan banyak wilayah lainnya yang terkena imbas dari kabut asap tersebut dan selain itu sebagai bencana nasional juga mengindikasi bahwa masalah kabut asap itu bukan hanya masalah Riau semata, namun masalah bangsa ini walaupun untuk besaran kerugian sekala nasional tentunya tidak signifikan,” terang Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin kepada Waspada Online, Jumat (25/9).
            Jika melihat efeknya terhadap perekonomian Sumatera Utara, tentunya akan kita lihat terlebih dahulu nanti pada realisasi PDRB Sumatera Utara selama periode berjalan. Khususnya selama kabut asap ini terjadi, diperkirakan akan ada penurunan dan gangguan yang akan menekan sejumlah industri baik penerbangan, perhotelan, pariwisata, hingga industri lainnya.
“Dan sektor pariwisata memang sangat rentan jika berhadapan dengan kabut asap selain industri penerbangan. Aktivitas masyarakat yang hanya terfokus di rumah juga mengakibatkan masalah lainnya karena banyak aktivitas yang tersandera dan menurunkan pengeluaran. Namun saya tetap optimis industri pariwisata akan kembali pulih jika kabut asap ini segera di atasi pemerintah” terangnya.






BAB III
SOLUSI


Untuk mengatasi masalah di bidang pariwisata yang diakibatkan oleh bencana kabut asap Riau tidak hanya memerlukan solusi di bidang pariwisata. Penanggulanan dan pencegahan yang tepat terhadap bencana kebakaran itu sendiri sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk menuntaskan efek domino yang ditimbulkan bencana ini. Karena banyaknya dampak merugikan yang ditimbulkan kebakaran hutan di Riau kita harus mencari solusinya, diantaranya:
1.    Tindakan Pencegahan
Ø Membuat hukum dan peraturan yang tegas tentang pembakaran dan perlindungan hutan dari kerusakan. Karena selama ini pemerintah terkesan berat sebelah terhadap kasus-kasus pembakaran hutan di Indonesia. Lemahnya sistem hukum membuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak merasakan efek jera terhadap tindakan yang dilakukannya. Hal ini tentu merupakan penyebab utama mengapa masalah pembakaran hutan di Indonesia selalu berulang di setiap tahunnya dan tidak kunjung menunjukkan titik terang penyelesaian.
Pemerintah harus memperlihatkan bahwa hukum negara adalah mutlak dan tidak dapat diperjual-belikan. Oleh karena itu pemerintah harus bisa menjadi instansi peradilan yang seadil-adilnya agar dapat menjadi sumber pencerahan dari pemutusan rantai kelam mafia pembakaran hutan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun di Indonesia. Tidak hanya kepada perusahaan berskala besar, namun tindak peradilan tersebut harus bisa diterapkan kepada seluruh masyarakat yang kerap melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan. Karena terkadang dari tindak kriminal kecil yang dibiarkan dapat menjadi alasan orang untuk melakukan tindak kriminal yang lebih besar lagi.
Ø Perlu adanya lembaga pelindung kebakaran, seperti polisi hutan. Polusi hutan disini bertugas melakukan patroli secara rutin di seluruh wilayah hutan sebagai pencegahan terhadap tangan-tangan nakal yang sekiranya hendak melakukan kerusakan terhadap hutan. Bila kegiatan patroli hutan seperti ini genjar dilaksanakan oleh pemerintah tentu akan membuat oknum-oknum yang hendak bertindak kriminal berpikir dua kali bila hendak melancarkan aksinya. Polisi hutan juga dapat melakukan aktivitas yang bersifat pendekatan kepada masyakarat untuk meberikan pengarahan serta pengetahuan akan bahayayang ditimbulkan dari pembakaran hutan. Hal ini dirasa akan lebih efektif karena polisi hutan merupakan petugas yang tentu lebih sering berinteraksi dan dekat dengan masyarakat.
Ø Menyiapkan perangkat dan peralatan pencegahan kebakaran hutan. Saat kebakaran hutan di Indonesia sudah terjadi hal yang menjadi momok utama dalam penanganannya adalah perangkat pemadam. Terkadang pemerintah sampai harus meminta bantuan dari pihak asing agar dapat meminjamkan perangkat pemadam yang dimiliki negara mereka untuk kemudian digunakan di Indonesia. Hal ini tentu merupakan langkah pencegahan yang sangat lamban dalam penanganan kebakaran hutan. Minimnya perangkat pemadam untuk kebakaran skala besar yang dimiliki Indonesia membuat efek yang ditimbulkan setiap terjadinya bencana kebakaran menjadi sangat besar dan berlarut-larut. Setidaknya dengan menyiapkan perangkat pemadam yang memadai tentu apabila terjadi kebakaran hutan pemerintah dapat dengan tanggap melakukan evakuasi dan pemadaman. Dengan begitu kebakaran yang terjadi pun kemungkinan tidak akan seluas dan sebesar yang sudah terjadi sebelumnya.

2.    Tindakan Penanggulangan
Ø Memiliki tim reaksi cepat penanggulangan kebakaran. Saat bencana kebakaran sudah terjadi dan menimbulkan efek yang cukup besar penanggulan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah daerah tempat kebakaran terjadi. Karena kebakaran hutan sudah menjadi bencana yang bersifat nasional mengingat kerugian yang dapat ditimbulkannya. Oleh karena itu diperlukan tim reaksi cepat untuk membantu memberikan solusi serta membantu tindakan pengevakuasian saat bencana kebakaran sudah terjadi. Hal ini dikarenakan lingkungan Indonesia yang beriklim tropis serta banyaknya lahan gambut yang berada di seluruh wilayah Indonesia menyebabkan api sangat mudah dan cepat menyebar di wilayah hutan saat terjadi kebakaran. Oleh karena itu penanggulan yang dibutuhkan pun adalah jenis penanggulangan yang bersifat tanggap dan cepat. Karena bila tidak begitu kebakaran dapat menjadi semakin besar dan cepat meluas serta kerugian yang ditimbulkan pun semakin banyak.
Ø Meningkatkan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga hutan. Penanggulangan bencana kebakaran tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak saja yakni, pemerintah. Masyarakat pun harus mau bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk kemudian bergotong-royong menjaga dan melestarikan hutan milik kita bersama. Pemerintah harus giat memberikan penyuluhan dan pengetahuan kepada masyarakat bahwa membakar dan merusak hutan bukanlah tindakan yang tepat untuk dilakukan. Karena dilihat dari segi positif dan negatifnya, lebih banyak dampak negatif dibanding positif yang ditimbulkan bila warga terus menerus membakar hutan. Kelestarian hutan dapat dijaga dengan optimal bila masyarakat sendiri sudah mencintai hutannya.

3.    Tindakan Rehabilitasi
Ø Melakukan reboisasi (penanaman kembali). Sebagai upaya perbaikan pemerintah dan warga dapat bersama-sama melakukan kegiatan penanaman kembali untuk mengembalikan kelestarian hutan. Kegiatan ini dapat dilakukan secara fun dan menarik seperti dengan cara menggabungkan berbagai kegiatan perlombaan dan pertunjukan supaya lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk turut berpatisipasi. Kegiatan reboisasi ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan namun harus dilakukan secara serius dan bersungguh-sungguh. Walaupun jenis kegiatannya bersifat fun namun pemerintah juga harus membimbing dan menjadi pendamping bagi warga pada saat proses penanaman bibit pohon agar sesuai dengan ketentuan.
Ø Pemberian subsidi dari pemerintah untuk masyarakat agar dapat memulihkan lahannya, untuk kepentingan pribadi dan banyak pihak. Pemulihan lahan tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan harus secara bertahap. Proses ini tentu memerlukan biaya yang cukup besar. Bagi masyarakat sekitar hutan yang sebagian besar berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah tentu akan mejadi beban bila seluruh pendanaan tersebut hanya berasal dari kantung mereka saja. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan subsidi pemerintah yang kemudian akan digunakan untuk membeli kebutuhan proses pemulihan lahan tersebut. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai motivasi kepada masyarakat untuk dapat segera melakukan proses pemulihan terhadap lahan-lahan mereka.

4.    Tindakan Promotif
Tindakan promotif ini dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat terutama kalangan remaja untuk sadar akan keadaan lingkungan di sekitarnya. Bila bukan mereka yang mencitai hutan mereka sendiri lalu siapa lagi? Tindakan ini dapat juga dijadikan peringatan kepada masyarakat luar desa yang datang ke daerah-daerah yang sering terjadi kebakaran hutan untuk tindak melakukan tindak-tindakan tidak terpuji seperti mengotori lingkungan atau bahkan merusak hutan. . Tindakan-tindakan yang bersifat persuasif ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya:
Ø Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya membakar hutan.
Ø Membuat poster yang mengajak masyarakat untu menjaga hutan.
Ø Membuat iklan atau spanduk agar tidak membakar hutan.

Selesai dengan solusi pencegahan serta penanggulangan dari segi bencana kita beralih ke perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke Riau. Langkah-langkah yang harus diterapkan pemerintah dan masyarakat untuk dapat kembali mendongkrak pariwisata Riau diantaranya:
1.    Melakukan pengenalan dan promosi akan kekayaan alam Riau secara gencar. Selain untuk menarik minat wisatawan hal ini dapat juga dijadikan pengalihan bagi masyarakat yang selama ini hanya tertuju kepada berita yang memperlihatkan kerusakan alam yang terjadi di Riau. Pengenalan ini harus disertai bantuan dari pihak pemerintah untuk membangun wisata alam yang berada di Riau. Bersama dengan pemerintah masyarakat dapat menciptakan atrkasi wisata yang memanfaatkan alam sebagai objek wisata. Pemerintah dapat membantu membangun fasilitas yang dibutuhkan wisatawan seperti jalan, akomodasi, restoran, destinasi, yang kemudian dapat diberikan kepada masyarakat untuk dikelola dan dikembangkan. Atau pemerintah juga dapat memberikan masyarakat pembekalan mengenai dunia pariwisata yang tentunya kemudian dapat mereka terapkan dalam kehidupan.

2.    Melakukan pengenalan dan promosi budaya Riau secara besar-besaran. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan festival budaya atau pun pertukaran budaya. Hal ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas keindahan sesungguhnya yang dimiliki Riau. Seni tari, lukis, kerajinan, dan lainnya dapat dijadikan objek unik yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam maupun luar negeri. Untuk dapat membuat orang luar mencintai budaya Riau, tentu harus dimulai dari warga Riau yang mencitai budayanya sendiri. Oleh karena itu pemerintah juga harus turut berperan serta melestarikan dan membudidayakan kebudayaan khas Riau serta tak lupa melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif untuk memperkenalkan kebudayaan daerah kepada warga Riau khususnya kalangan remaja. Promosi wisata yang menggunakan budaya sebagai objeknya dirasa merupakan cara promosi yang paling efektif dilakukan, karena wisata budaya merupakan jenis wisata yang paling banyak diminati warga di seluruh dunia serta merupakan objek wisata yang tidak akan hancur oleh jenis bencana apa pun.


3.    Peningkatan kualitas fasilitas pariwisata yang berada di Riau. Saat terjadi bencana kebakaran dampak negatif yang paling  mempengaruhi pada bidang pariwisata adalah dari segi transportasi. Oleh karena itu diperlukan upaya pengembalian kembali keyakinan masyarakat akan kualitas transportasi terutama transportasi udara yang dimiliki Riau yang berada pada level baik. Hal ini diutamakan kepada wisatawan asing yang tentunya perlu diberikan penggaransian bahwa fasilitas wisata yang mereka gunakan di Indonesia sepenuhnya aman dan terjamin. Selain dari segi transportasi fasilitas wisata lainnya seperti jalan, akomodasi, restoran, dan lainnya tentu harus semakin ditingkatkan kualitasnya. Selain untuk menjadi daya tarik wisatawan hal ini juga dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan yang lebih kepada wisatawan yang berkunjung ke Riau. Saat wisatawan merasa puas akan pelayanan prima yang diberikan seluruh pelaku wisata di Riau diharap mereka akan kembali berkunjung dan berwisata di Riau. Pemberian fasilitas dengan kualitas yang baik kepada wisatawan dapat menjadi alasan bagi wisatawan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata di Riau. Karena saat mereka berwisata di Riau mereka tidak akan menemukan kesulitan-kesulitan seperti akses yang sulit, jumlah penginapan yang sedikit, kualitas restoran yang tidak baik, dan sebagainya. Wisatawan hanya akan merasakan kenyamanan yang mereka dapat dari fasilitas yang disediakan.

4.    Kembali mengadakan event-event bertaraf nasional maupun internasional. Saat terjadi bencana kebakaran tentu banyak agenda event yang batal untuk dilaksanakan. Hal ini tentu banyak mendatangkan kerugian tidak hanya dari segi pariwisata namun juga dari segi ekonominya. Oleh karena itu diharapkan pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat maupun pihak swasta untuk dapat kembali mengadakan acara-acara besar dan menarik serupa yang bertaraf nasional maupun internasional. Event-event seperti ini dapat menjadi daya tarik sekaligus promosi pariwisata secara bersamaan. Seperti mislanya perhelatan event perlombaan bertaraf internasional yang diadakan di Riau. Selain mendatangkan turis asing yang menjadi peserta lomba dapat pula mendatangkan turis asing lainnya yang datang bersamanya dengan maksud untuk menjadi suporter. Hal seperti ini walau tidak signifikan namun dapat dirasakan efek jangka panjangnya. Karena tentu saat peserta lomba dan suporternya yang berkunjung ke Riau ini merasakan kenyamanan dan pengalaman yang luar biasa saat berasa di Riau, diharapkan mereka akan kembali mengunjungi Riau dan bahkan membawa rombongan yang lebih besar lagi. Pengadaan event-event bertaraf internasional seperti itu dapat menjadi sarana promosi global secara tidak langsung terhadap pariwisata Riau. Selain itu juga dapat dijadikan alasan bagi wisatawan domestik yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia yang tidak pernah berkunjung ke Riau untuk kemudian datang dan berwisata di Riau.

5.    Pemberian pengetahuan kepada masyarakat luas bahwa bencana yang terjadi di Riau hanya bersifat sementara dan tidak menimbulkan efek yang berlarut-larut. Wisatawan harus kembali diyakinkan bahwa kualitas udara dan lingkungan pasca bencana  di Riau sudah membaik dan kembali pada keadaan semula. Hal ini dimaksudkan untuk pemberian rasa aman kepada wisatawan yang berkunjung ke Riau. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh warga Riau harus bahu-membahu menata dan merias ulang kotanya agar kembali asri dan bersih. Bersama-sama seluruh pihak harus menciptakan wajah Riau yang aman serta nyaman untuk dijadikan destinasi wisata.





Daftar Pustaka






Ratu Dewi Tursina
4423154496
Usaha Jasa Pariwisata - A
2015

Selasa, 15 Desember 2015

Tugas 1 - Autobiografi Jefta Kurniawan

 BIOGRAFI
JEFTA KURNIWAN
Saya akan menjelaskan perjalan hidup saya dari semasa saya kecil hingga dewas, sebulum nya saya akan mengenalkan diri saya terlebih dahulu :

Nama                              : Jefta Kurniawan
Nama Panggilan             : Jepta , Awan
Tempat / Tanggal Lahir : J akarta, 04 Mei 1996
Tinggi Badan                 : 175,cm
Berat Badan                   : 68, kg
Agama                            : Islam         
Nama Ayah                    : Setyo Budi Surono
Nama Ibu                       : Rumidah
Pendidikan                     : Universitas Negri Jakarta – Usaha Jasa Pariwisata
Hobi                               : Menggambar, Nonton Film, Baca Buku, Renang.





Perkenalkan nama saya Jepta Kurniawan saya anak pertama dari tiga bersaudara, saya mempunyai dua adik yang masih kecil, ade saya yang pertama bernama Ilham Risky S etiawan dia masih bersekolah di bangku SMP dan ade saya yang satu lagi bernama Satrio Wahyu Nursalim dia adik saya yang ke tiga atau terakhir, dia masih cukup kecil sekarang dia bersekolah di SD yang tidak jauh dari rumah sekarang di baru menduduki di kelas tiga SD dan untuk hobi saya sendiri adalah menggambar, berenag, membaca dan bermain motor, sebelum nya saya akan menyeritakan tentang BIOGRAFI saya dan perrjalanan saya dari saya dilahirkan hingga sekarang.

            Sewaktu  saya belum dilahirkan orang tuang saya mengandung saya selama Sembilan bulan, hingga pada ahkir nya saya di keluarkan, Sewaktu orang tua saya ingin melahirkan saya pada tanggal 04,05,1996 orantua saya di bawa ke bidan terdekat,tetapi bidan nya gak bisa nangan nin nya kata bidan berkata anak ibu posisi nya miring dan terlilit tali puser, pada akhir nya orangtua saya di larikan ke rumah sakit HERMINA Jakarta, disana tempat ibu saya melahirkan saya.
Sehabis saya lahir pada umur 2thn saya mengalami masa masa kecil yang manis’pahit saya rasakan, menganpa karna pada tahung 1998 saya mengalami Kerisis Moneter (KRISMON0 yang dimana masa-masa itu adalah masa demo gede-gedean untuk menurunkan jabatan Suharto, yang dimana masa-masa itu adalah masa yang sangat anaki, karana pada masa iu took-toko yang buka asti dibakar-bakarin harga sembako dalan lain-lain makin mahal karna tidak ada took yg dibuka pada jaman itu.
Setelah masa-masa itu berlalu, orang tua saya di panggi untuk bekarja di PT Suzuki Indomobil Motor, pada akhir nya orangtua saya dapat membeli rumah, ya walaupun tidak besara-besar amat tetapi cukup nyaman untuk ditempati, karana memang saya dulu masi ngontrak di daerah pulo gadung Jakarta timur, lalu saya pindah ke daerah bekasi setelah kelar masa-masa kirisi moneter, semnjak itu saya menekuni kesukaan saya karna orang tua saya sudah mempunyai pekerjaan yang lumaya gaji nya, dulu kesukaan saya yaitu benerang dan menggambar, walaupun kecil saya tidak bisa berenang dan hanya main air saja kalo setiap berhenang, tetapi saya melihat orang-orang berenang lalu saya ikuti trik-trik nya orang berenang, kalo untuk menggambar saya paling hanya bisa menggambar pegunungan saja, karna untuk anak kecil gambar yangpaling mudah adalah gambar pegunungan saja. 

Dan sejak saya di bangku SD saya memang suka sekali menuangkan ide-ide saya dengan menggambar, terutama menggambar seketsa wajah, tulisn dan grafity. Pada jaman dulu saya saya memang belum mempunyai idola sang maestro untuk menjadika motifasi bagi saya, tetapi saya menggambar apa yang ada dalam pikiran saya saja, dan langsung saya tuangankan kedalam buku gambar dan pensil warna.

Ini adalah salah-satu gambar saya saat saya masih sekolah di bangku dasar :
Ide-ide dan dan pemikiran saya dalam hal menggambar terus saya kembangkan dengan cara saya meniru gambar-gambar yang saya suka yang saya ambil dari internet.
Tidak hanya itu kesukaan saya saat SD tetapi saya juga sangat suka dengan berenang, karna kalo menurutsaya berenang bisa membuat kita jadi sehat, tinggi dan bahagia, makan saya selalu meluangkan waktu saya untuk berenag bersama keluarga, apalagi kalo setiap hari libur atau weekends.

Salin itu waktu jama nya saya SD saya biasa membuat prakarya dari bamabu dan kayu yang dimana saya dan kawan-kawan saya biasa membuat layang-layang, tembakan dari kayu (petokan), dan serta mobil-mobilan dari kayu, untuk membuat mobilan dari kayu biasa nya saya menggunakan potongan bambu-bambu tipis yang di ikat dengan karet, sehingga membentuk kerangka mobil balap, dan roda nya biasa nya saya buat dari kaleng bekas susu dan roda depan nya saya buat dari sandal yg susdah putus, lalu saya potong hingga membentuk bundar seperti roda,
Kalo untuk membuat tembakan dari kayu (peltokan) saya menggunakan bamboo berukuran kecil, lalu di potong menjadi dua bagia dengan ukuran yg berbeda, untuk potongan yg kecil bisa digunakan untuk pegangan, lalu tengah bambunya yg bolong dikasih potongan bamboo yang sudah dipotong dengan potongan yg berbentuk bulat dan panjang, lau dimasukan nya kedalam lubang bamboo yang berukuran pendek, jadi deh tembakan yg disebut peltokan, dan untuk peluru nya bisa menggunakan kertas/Koran yang di basahkan menggunakan air, lalu di bulat-bulatkan dan dimasukan kedalam bamboo nya dan lalu di dorong dengan menggunakan gagang nya, sehingga bisa menembakan peluru kertas tersebut.
Memang masa keceil saya sungguh indah, banyak atifitas yang saya lalukan di masa kecil saya, dari mulai melakukan aktifitas yang di atas hingga saya selalu rutin bermain bola dengan teman-teman saya, ya walaupun saya bermain sepakbola nya tidak stadion, menurut saya bermain dilapangan biasa atau di lapangan dekat rumah juga sudah mengasikan ko, apalagi bermain nya dengan sahabat-sahabat saya.
Setelah asik bermain bola biasanya saya langsung beristirahat di pinggiran sungai yang tidak jauh dari tempat saya tinggal, sambil beristirahat saya meminum es sambil bercada dan bersuka ria dengan teman & sahabat-sahabat saya.

Setelah saya sudah memasuki masa SMP saya sudah jarang bermain lagi, tidak kaya dulu watu jaman SD,mungkin karana kita sekolah nya yang berbeda-beda dan mungkin mereka juga sudah mempunyai kesibukan nya masing masing dan teman teman baru nya, paling hanya hari libur saja saya berkumpul dengan teman-teman lama saya,
Dan setelah mereka pada sibuk, sayapun akhir nya untuk memilih mengambil kursus bimbingan belajar atau juga disebut (bimbel) di daerah samrel (samping rel) yang dimana memang saya belajar disana karna di ajak oleh teman sekolah saya yang bernama Ahmad Fikri atau biasa di panggil Ambon, karana memang dia fisik nya seperti orang ambon, tapi padahal asli nya dia dari betawi, dan karna rumah nya tidak jauh dari sana, akhirnya saya saya akrab sama dia, nah dari itu saya diajak main di daerah dia yaitu di samrel, saya bermain sama mang cukup bahaya tapi mengasikan, kenapa bahaya karna teman teman dia suka jalan-jalan atau berpetualang kemana saja dengan bermodalkan nekat saja, kaya waktu itu hari minggu saya main kesana dan pas  ketemu saya sama dia, ternyata dia lagi mau jalan-jalan untuk main ke daerah setu untuk berenag di danau, padahal kolam renga tidak jauh dari sana mungkin emang karnara kalo di kolam renag sudah biasa makanya mereka ingin merasakan berenag di danau yang berada di setu, ya karna di ajak saya pun tertarik lalu saya ikut dengan mereka nuntuk pergi berenang ke daerah setu yang jarak nya lumayan jauh dari rumah saya, karna memang waktuitu saya dan teman-teman saya hanya membawa uwang pas-pasan yasudah akhirnya saya dan teman teman saya sepakat untuk memberhentikan mobil book atau truk untuk diminta pertumpangan, setelah kami di ijinkan untuk boleh menumpang di mobil tersebut akhir nya kami naik untuk menuju ke daerah setu.

             Lalu saya mulai berenang di danau love atau danau cinta yang berada di daerah setu, dan disana tidak hanya berenag saja tetapi juga mencari kerang udang untuk di masak di tempat teman saya, setlah saya dan teman-teman saya puas berenang kami pun berjemur di pinggir danau sambil meminum es dan memakan gorengan sambil melihat jalan tol yang membentang di hadapan saya, karna memang warung nya itu menghadap ke jalan tol bekasi – Jakarta.

            Setelah rasa lelah abis berenang sudah mulai turun serta baju yang basah  pun sudah mulai kering dan hari pun sudah mulai gelap akhir nya saya dan teman-teman saya pun bergegas menuju rumah/pulang, saya pun mencari mobil yang bisa kami tumpangi untuk menuju  perjalan pulang, dan pada akhir nya kami pun mengikut bus kariawan  karna emang pas kami balik kariawan PT YKK pun juga pada balik, akhir nya kami mengikut bus angkutan kariawan.
ke esokan hari nya adalah waktu nya sekolah, jadi malam  nya saya pake untuk belajar seperti mengerjakan PR membaca dan menghafal rumus-rumus hingga sampai jam delapan, dan istirahat sebentar sambil menonton TV dan nyemil, kira-kira jam setengah sepuluh saya pun menuju kamar untuk tidur.

Setelah ke esokan hari nya saya bangun jam enam  pagi lalu saya mandi terus saya membaca sebentar sambil menunggu sarapan siap, setelah sarapan siap saya pun sarapan dan lalu berangkat ke tempat sekolah saya yang jarak nya tidak lumayan jauh dari rumah saya, sesampai nya di sekolah saya belajar hingga jam dua belas setelah itu saya langsung meminta ijin ke orangtua saya bahwa seabis pulang sekolah tidak langsung poulang karna ingin ngerjain tugas kelompok, setelah ijin kami pun berangkat kerumahteman saya yang berada di peruman mewah yang ada di dekat sekolahan saya, sesampai nya disana saya langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru pengajar saya, setelah selesai kami pun tidak langsung balik kerumah tetapi kami bersantai dan  ngobrol dulu sambil berkumpul ria, sesudah itu kami pun bermain PS di rumah temen saya hingga jam 3an , dan karana memang waktu udah sore dan saya belum balik kerumah untuk ganti baju akhir nya kami pun balik kerumah, sesampai nya dirumah saya langsung makan dan beristirahat setelah sore nya sekitar jam empatan saya pun bangun lalu beres-beres rumah untuk membantu orantua saya karna memang ibu saya mempunyai kegitan setiap sore yaitu berusha makanan ringan di sekolahan SD saya, makan nya jadi setiap sore saya membantu ibu saya mengurusi pekerjaan rumah.

Nah malem nya saya karna sudah tidak ada tugas dari sekolah saya pun hanya membaca komik saja untuk sekedar ingan membac setelah itu saya nonton  TV lalu saya tidur, begitu pun seterus nya setiap hari nya tetapi hari ini saya ada kegitan ekstrakulikuler, saya mengikuti ekskul bola jadi ada latihan untuk bola sehabis pulang sekolah, saya biasa latitahn di lapangan dekat kecamatan yang dimana itu adalah stadion bolan milik kecamatan tambun selatan, lapangan nya lumayan bagus dan luas jadi kami bisa leluasa untuk latihan dan bermain bola.
Setelah pulang latihan bermain sepak bola saya pun langsung bersih-bersih dan sesudah itu sayapun makan dan beristirahat di kamar sambil menggambar-gambar seketsa di tembok rumah, karna emang saya mempunyai kamar sendiri dan bebas untuk di corat-coret karna emang orang tua saya tau kalo hobi saya menggambar.

Dan kesokan hari nya karna hari libur atau tanggal merah saya pun tetap bangun pagi untuk membereskan kamar saya, sesudah itu saya pun langsung beres-beres rumah karna memang rumah saya kalo pagi selalu ada saja mainan yang berserakan, karna saya memang masih mempunyai adik yang masih kecil, biasa anak kecil memang hobi nya bermain.
Setelah agak siang-siangan sayapun main kerumah teman saya, ternyata motor teman saya lagi mau di bongkar mesin nya, piker saya motor nya turun mesin apa mogok, dan ternyata dia ingin membongkar motor nya memang sengaja supaya motor nya menjadi kencang, mamang teman saya sangat suka mengotak-atik mesin motor setiap hari nya dai selalu membongkar motor nya untuk membersikan karburator me modifiksi motor setandar menjadi motor ayam jago, seperti motor drag yang yanga ada di tempat tempat balap.
Dan akhir nya sayapun ikut teman saya untuk ke bengkel langganan dia, saya selalu melihati cara membongkar dan meng ganti-ganti barang supaya motor itu jadi kenceng sampai pada akhir nya saya tau dan inggin mempelajari nya.

            Tidak hanya itu saja saya pun di ajak teman saya untuk nonton kontes balap di daerah perumahan deltamas, memang disana sering di jadikan ajang balap resmi untuk kalangan motor drag 125 hingg 250 cc, dan disana saya semakin tertarik untuk ikut bermain motor kencang, dan akhir nya karna setiap ari saya nongkrong di bengkel untuk belajar, sayapun menanya teman saya yang punya motor kencangtersebut, rih kan lu suka bgt ya sama motor cepat, terus lu kalo mau ngalanjutin sekolah dimana? Di pun menjawan ya paling gua ngelanjutin di SMK jep karna kan kalo seklahan SMK itu sekolahan yang menjuru untuk siap kerja di bidang industry yang kita sukai, ohh iya tuh bener juga terus setelah saya saya lulus dari SMP saya pun lanjut untuk mengambil sekolah di SMK bersama teman saya yang berhobi motor tersebut.
foto saat saya sedang berada di bengkel teman


            Setelah hari pertama mendaftar di SMK saya pun mengambil pilihan untuk mengambil jurusan TRK (teknik kendaraan ringan) yang dimana jurusan tersebut memang menjuru ke kendaraan ringan seperti jurusan yang mempelajari tentang sepeda motor dan mobi.
Setelah itu saya pulang untuk belajar, karna memang besok masa ujian untuk masuk sekolah tersebut, saya pelajari semua mata pelajaran agar bisa dapat di SMKN 1 Cikarang Barat.
Setelah ke esokan hari nya saya mendatangi sekolahan nya untuk ujian masuk SMK tersebut, setalah lembaran demi lembaran demi lembaran kami lewati, akhir nya waktu pun habis untuk mengerjakan tugasnya, sehabis itu saya balik dan menunggu informasi di terima atau tidak.
Dengan sabar menanti sampai hingga waktu nya tiba, dengan deg-degan sayapun membuka wabsait nya untuk melihat hasil nya, dan pada akhir nya saya pun di terima di SMK sana Dengan hati bangga dan senang saya beri taukan hasil nya ke orangtua saya,
Dan orangtua saya bangga pada saya, sambil bilang “ini jalan kamu, ini jurusan yang kamu pilih dengan kamu bersekolah di sana kamu harus tau bahwa kamu nanti besar mau jadi apa? Kalo emang ingin menjadi mekanik, kamu teruskan jurusan yang kamu pilih ini, tetapi kalo cita cita kamu bukan untuk jadi mekanik mendingan kamu tunda dulu dan cari jurusan lain, karna sekolah smk adalah sekolah yang ber besik kejuruan.
Lalu pun saya menjawab semua dari kata-kata ayah saya, iya yahh jepta udah mantep dengan pilihan saya jadi jepta akan tetap melanjutkan  jurusan ini, ayah pun menjawab “yaudah kalo emang keputusan mu begitu ayah ikuti, tapi inget jangan pernah mengeluh tentang pelajaran ini, karna memang ini jurusan yang telah kamu pilih.

            Setelah saya memasuki sekolah, di SMK tersebut saya pun dibagi kelas nya waktu itu saya mendapat kelas TKR B yang dimana saya bareng dengan teman saya yang dulu nya bareng di SMP.  Saya senag bisa ketemu dia karna memang saya bisa mencari teman baru bersama-sama. Setelah hari kedua nya kami pun datang untuk mengikuti MOS (masa orentasi sekolah) saya bisa bilang di ospeng dari mulai fisik, karakter, dan sikap. Karna memang sekolahan di SMK itu fisik nya harus kuat gak boleh lemah karna siswa nya terlatih untuk dunia pekerjaan, serta siswa di di di-dik karakterdan sikap  nya agar siswa nya mempunyai karakter dan sikap yang baik.
foto saya saat saya SMK 



Selama tiga tahun saya lalui masa-masa pahit,asem,mais nya memakai seragam putih abu-abu deangan teman-teman saya hinga hingga pada akhir nya kami pun lulus bersama dengan membawa nila yang lumayan bagus dan ilmu otomotif yang sudah saya kuasai.
Setelah itu saya pun meminta pendapat orang tua saya, gimana nih bun dan yah jepta sudah lulus nih dari sekolah tersebut dengan nilai yang lumayan bagus, jepta tinggal bikin lamaran untuk keja saja nih bun yah, memang di sekolahan saya kalo sudah lulus di sana ada progam dari industry untuk merekrut kariawan-kariawan baru, karna memang sekolahan saya terakreditasi A, jadi banyak PT atau industry yang mencari tenaga kerja baru dari sekolahan saya.

            Tetapi orang tua saya pun berkata, gpp kamu kalo mau kerja dulu tapi kamu gak akan dapat posisi yang enak dalam kerjaan kamu, karna ijasa smk paling hanya bisa kerja di bagian oprator saja bahkan tidak bisa naik jabatan, paling sestem nya kontrak saja enam bulan keluar, satu tahun keluar pada akhir nya saya pun di suluh kuliah saja melanjutkan hobi saya bermain motor.
Setelah saya daftar kuliah saya mengambil tiga jurusan, yang pertama saya tentu mengambil jurusan teknik otomotif, yang kedua saya mengambil seni karna memang saya dulu nya memang sukan menggambar sampai sekarang, dan yang terakhir saya ambil jurusan pariwisata karna memang saya juga sengang kalo lagi pas liburan dan jalan jalan bersama keluarga.
Setelah uji tes, akhir nya saya pun di trima di pariwisata saya senang karna saya pada akhir nya di terima di negeri, tapi saya bingun mau bilang apa ke orang tua saya, karna waktu mau masuk smk saya bilang nya memang menykai motor, tapi sesdah saya bilang akhir nya saya pun di nasehati lagi, yasudah ambil saja kata bunda saya saya udah dapat di negri kalo gak di ambil, kata papah saya kalo emang kamu mau menjalanin nya mah papah dukung, lagian mumpung papah masih bisa membiyayai kamu kenapa gak kalo emang kamu mau.
Dan pada akhir nya saya berkuliah di UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA dengan jurusan Usaha Jasa Pariwisata hingga sekarag.